Sabtu, 16 Juni 2012

“Pengertian Variabel dan Distribusi Frekuensi”

MAKALAH STATISTIKA PENDIDIKAN

Tentang :
“Pengertian Variabel dan Distribusi Frekuensi”

Dosen pengampu :
Drs. RIZALMAN. M.pd


D I S U S U N  O L E H :kelompok 3
AIDIL PAJRI (TF.100547)
TRIWULAN SARI (TF.100610)
Jurusan fisika fakultas tarbiyah
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
TAHUN AKADEMIK 2012


KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapakan kehadirat tuhan yang maha esa, atas berkat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas MAKALAH STATIKA PENDIDIKAN ini dengan judul, ” PENGERTIANN VARIABEL DAN DISTRIBUSI FREKUENSI  “ .
            Penulis mengucapkan banytak terima kasih kepada Bapak Drs, Rizalman,M.Pd. Selaku dosen pengampu yang telah membimbing dan memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini. Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan tugas ini.
            Demikian tugas ini disusun semoga bermanfaat, agar dapat memenuhi tugas mata kuliah STATISTIKA PENDIDIKAN.



Jambi,   April 2012


Penulis



BAB 11
PEMBAHASAN
 
    1    .PENGERTIAN VARIABEL DAN DISTRIBUSI FREKUENSI
a)      Pengertian Variabel
Variable berasal dari bahasa inggris = Variable
Artinya : -ubahan
-faktor yang tetap
-gejala yang dapat diubah-ubah
            Variable pada dasarnya bersifat kualitatif, namun dilambangkan dengan angka. Contoh : “usia” adalah gejala kualitatif, akan tetapi gejala yang bersifat kualitatif ini dilambangkan dengan angka. Misalnya:
“usia” gejala kualitatif                       17 th, 19 th (gejala kuantitatif)
“nilai” gejala kuantitatif                    5, 6, 9 (gejala kualitatif)

b)      Pengertian Frekuensi
Kata frekuensi berasal dari bahasa inggris = Frequency
Artinya: kekerapan, keseringan, jarang kerapnya
Dalam ilmu statistik pengertian frekuensi adalah angka (bilangan yang menunjukan seberapa kali suatu variable (yang dilambangkan dengan angka) berulang dalam deretan angka teresbut atau berapa kalikah suatu variable (yang dilambangkan dengan angka) muncul dalam deretan angka tersebut.
Contoh:       Nilai yang berhasil didapat oleh 10 orang siswa dalam tes hasil belajar bidang studi IPA adalah sebagai berikut:
              60 50 75 60 80 40 60 70 100 75
Nilai 60 muncul sebanyak 3 kali
                                Artinya frekuensi nilai 60 adalah 3

c)      Pengertian Distribusi Frekuensi
Kata distribusi berasal dari bahasa inggris yaitu distribution Artinya :
·         Penyaluran
·         Pembagian
·         Pencaran
Dalam ilmu statistik distribusi frekuensi mengandung pengertian sebagai berikut: suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau fariabel yang dilambangkan dengan itu, tersalur terbagi atau terpancar.
Contoh: jika ada data yang berupa nilai THB dalam bidang studi IPA dari 10 orang siswa SMA kita sajikan dalam bentuk table, maka pembagian atau pencaran frekuensi dari nilai hasil tes akan Nampak dengan nyata.

Nilai
Banyaknya Orang
100
80
75
70
60
50
40
1
1
2
1
3
1
1
Total
10









  
    2 . TABEL  DISTRIBUSI  FREKUENSI
1.      Pengertian Tabel Distribusi Frekuensi
Yaitu alat penyajian data yang berbentuk kolom dan lajur, yang didalamnya dimuat angka yang dapat melukiskan atau menggambarkan pencaran atau pembagian frekuensi dari variabel yang sedang menjadi objek penelitian.
Dalam tabel distribusi frekuensi akan kita dapati
·         Variabel
·         Frekuensi
·         Jumlah Frekuensi
Contoh:
Nilai
Banyaknya
100
80
75
70
60
50
40
1
1
2
1
3
1
1
Total
10











    3.   TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI DAN MACAMNYA
Dalam dunia statistik kita mengenal berbagai macam tabel distribusi frekuensi namun dalam ilmu pendidikan statistik akan di kemukakan sebagaian saja, yaitu:
a.       Tabel distribusi frekuensi data tunggal
Merupakan salah satu jenis tabel statistik yang didalamnya disajikan frekuensi dari data angka, data yang ada tidak dikelompokkan.
Contoh : distribusi frekuensi nilai hasil THB dalam bidang studi PMP dari 40 orang siswa SMA.
Nilai
Frekuensi
8
7
6
5
6
9
19
6
Total
40 (N)

b.      Tabel distribusi frekuensi data kelompok
Yaitu salah satu jenis tabel statistik yang didalamnya disajikan pencaran frekuensi dari data angka, dimana angka-angka tersebut dikelompokkan.

Contoh: distribusi frekuensi tentang usia dari sejumlah 50 orang guru agama yang bertugas di SDN 1 Baturaja.

Usia
Frekuensi
50-54
45-49
40-44
35-39
30-34
25-29
6
7
10
12
8
7
Total
50 (N)

c.       Tabel distribusi frekuensi komulatif
 Ø  Cara mencari frekuensi komulatif bawah (Fkb)
Nilai
F
Fkb
8
7
6
5
6
9
19
6
40
34
25
6
Total
40 (N)








Ø  Cara mencari frekuensi komulatif atas (Fka)
Nilai
F
Fkb
8
7
6
5
6
9
19
6
6
15
34
40
Total
40 (N)


Contoh : berbentuk data kelompok

Usia
Frekuensi
Fkb
Fka
50-54
45-49
40-44
35-39
30-34
25-29
6
7
10
12
8
7
50
44
37
27
15
7
6
13
23
35
43
50
Total
50 (N)



d.      Tabel distribusi frekuensi relatif (tabel presentase)
Nilai
F
Persentase
8
7
6
5
6
9
19
6
15,0
22,5
47,5
15,0
Total
40 (N)
100

Keterangan :
Untuk memperoleh frekuensi relatif (angka presentase) rumusnya
    P =  x 100%
P: angka persenan
N: number of cases
F: frekuensi
Contoh:
P =  x 100%
P =  x 100%
   = 15.0

e.       Tabel presentase komulatif  (tabel distribusi relatif komulatif)
Seperti halnya tabel distribusi frekuensi, tabel presentase atau tabel distribusi frekuensi relatif pun dapat di ubah didalam bentuk tabel persentase komulatif.
Contoh: Tabel presentase komulatif tentang nilai hasil THB dalam bidang studi PMP dari 40 orang siswa.
Nilai
Persentase
Pkb
Pka
8
7
6
5
15,0
22,5
47,5
15,0
100,0
85,0
62,5
15,0
15,0
37,0
85,0
100,0
Total
100,0



   4. CARA MEMBUAT TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI
 Cara membuat tabel distribusi frekuensi data tunggal
a.       Contoh pembuatan tabel distribusi data tunggal yang semua skornya berfrekuensi 1.
 
No.
Nama
F
1
2
3
4
5
Ujang
Santi
Nani
Rio
Ria
1
1
1
1
1
Contoh: misalkan 10 orang siswa yang menempuh ulangan matematika didapat nilainya sebagai berikut:

No.
Nama
Nilai
1
2
3
4
5
Ujang
Santi
Nani
Rio
Ria
40
45
50
55
60





b.      Contoh pembuatan tabel distribusi frekuensi data tunggal yang sebagian atau keseluruhan skornya berfrekuensi lebih dari 1
Contoh: misalkan dari sejumlah 40 orang murid SMA 1 Jambi yang menempuh ulangan matematika, di dapat nilai sebagai berikut:
5     8     6    4    6    7     9    6    4    5      


DAFTAR PUSTAKA

Nasir, Moh. 1988. Metode Penelitian.  Jakarta: Ghalia Indonesia.

Suharsimi Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.  Jakarta: Rineka Cipta.

Winarno Surakhmad. 1998. Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar, Metode, Teknik. Bandung: Tarsito


Jumat, 15 Juni 2012

Fungsi dan Kegunaan Statistik dalam Dunia Pendidikan



MAKALAH
STATISTIK PENDIDIKAN
Fungsi dan Kegunaan Statistik dalam Dunia Pendidikan
Dosen Pembimbing :Drs.Rizalman.M.Pd



DISUSUN OLEH :
Kelmpok 2
1.    Adin akmal
2.    Yuda Dasril Ilfat

FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN FISIKA
IAIN  SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
T.A 2012

KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum wr, wb.
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah Swt karna atas limpahan taufik dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam menyelesaikan tugas makalah ini masih dapat kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, hal ini disebabakan keterbatasan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kami mohon maaf atas kekurangan tersebut.
Kami dapat menyelesaikan makalah ini tidak terlepas dari berbagai pihak, kesemuanya itu kami ucapkan terima kasih, kepada:
1.  Orang tua kami yang selalu member dorongan dan motivasi untuk selalu giat belajar.
2.  Bapak dosen pembimbing.
Atas segala bimbingan dan bantuan yang telah di berikan semoga menjadi amal ibadah dan manfaat selayaknya dari Alllah.

Jambi,    MEI-2012


Penyusun



BAB I
PEMBAHASAN

1.1 . PENGERTIAN STATISTIK PENDIDIKAN
Statistik pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan, dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan (khususnya proses belajar-mengajar), dan penarikan kesimpulan, pembuatan perkiraan serta ramalan secara ilmiah (dalam hal ini secara matematika)atas dasar kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka tadi.

1.2. KEGUNAAN STATISTIK DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Fungsi yang dimiliki oleh statistik dalam dunia pendidikan adalah menjadi alat bantu dalam proses belajar-mengajar.
Didalam kegiatan menilai hasil pendidikan itu, seorang pendidik mengenakan norma tertentu; norma tersebut pada hakikatnya adalah semacam ukuran. Hasil penilaian itu biasanya dinyatakan dalam berbagai macam cara. Namun cara yang paling umum digunakan adalah dengan menyatakannya dalam bentuk angka (bilangan). Hal yang dinilai itu sendiri yaitu kemajuan atau perkembangan anak didik setelah mereka menempuh proses pendidikan dalam jangka waktu tertentu. Sebenarnya bersifat kualitataif, akan tetapi diubah menjadi data yang kuantitatif. Dengan kata lain, terhadap hasil penilaian itu dilakukan kuantifikasi. Alasan kuantifikasi itu sudah pasti bermacam-macam, namun alas an yang paling utama ialah dengan melakukan pengubahan  bahan keterangan yang bukan berupa angka menjadi bahan keterangan berupa angka, pendidik akan dapat dengan secara lebih jelas dan tegas memperoleh gambaran mengenai kemajuan atau perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik, setelah mereka menjalani proses pendidikan. Dengan menggunakan data kuantitatifseorang pendidikan akan lebih dapat memperoleh kepastian, ketimbang menggunakan data kualitatif. Karena dalam kegiatan penilaian hasil pendidikan cara yang paling umum digunakan adalah dengan menggunakan data kuantutatif.
Fungsi yang penting ssebagai alat bantu, yaitu alat bantu untuk mengolah, menganalisis, dan menyimpulkan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan penilaian tersebut.
Bagi seorang pendidik professional, statistik juga memiliki kegunaan yang cukup besar. Sebab dengan menggunaan statistik sebagai alat bantu, maka berlandaskan pada data eksak itu ia akan dapat :
a.     Memperoleh gambaran, baik gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang suatu gejala, keadaan atau peristiwa.
b.     Mengikuti perkembangan atua pasang surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tersebut, dari waktu ke waktu.
c.      Melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda denagn gejala yang lain ataukah tidak. Jika terdapat perbedaan, apakah perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti ataukah perbedaan itu terjadi hanya kebetulan saja.
d.     Mengetahui apakah gejala yang satu ada hubungannya dengan gejala yang lain.
e.      Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif denag teratur, ringkas dan jelas.
f.       Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap, serta dapat  memperkirakan atau meramalkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang, dan langkah konkret apa yang kemungkinan perlu dilakukan oleh seorang pendidik.

BAB II
PENUTUP
2.1 kesimpulan
Statistik adalah:
 Mempunyai  metode prosedur yang perlu ditempuh atau di per gunakan dalam rangka penyusunan  pengumpulan yang  berwujud angka yang berkaitan dalam pendidikan .
Seperti :memperoleh gambar-gambar atau tabel-tabel  angka –angka ujian semester dari anak fisika IV A.


DAFTAR PUSTAKA
Prof.dr.Anas sugiyono.statistik pendidikan

“ Pengertian statistik”


MAKALAH
STATISTIK PENDIDIKAN I
“ Pengertian statistik”

Dosen Pengampu: Drs.Rizalman,M.pd





Disusun oleh
Kelompok  I :
1.    Abdul Kadir
 2. Ayu Febriani

JurusanFisika
FakultasTarbiyah
Institut Agama Islam Negeri
SulthanThahaSaefuddin Jambi
2012


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat allah SWT yang telah menganugrahkan hidayah,inayah, kekuatan dan kesempatan kepada kami  sehingga kami bisa menyelesaikan tugas makalah kami “STATISTIK PEMDIDIKAN” .
            Sholawat dan salam kami khaturkan kepada baginda rosulullah SAW beserta para sahabatnya yang telah membelah ,melawan dan mempertahankan agama islam sebagai agama yang murni dari  allah SWT. Karena berkat beliaulah kita bisa menikmati indahnya  persaudaran antara umat islam dari belahan dunia. Demikianlah kiranya pengantar dari kami semoga isi dari pembahasan yang ini dapat bermanfaat.
Amin ya robbal alamin..............



BAB I
PENDAHULUAN

I.I LATAR BELAKANG
Secara etimologis kata “statistik” berasal dari kata  status, (bahasa latin) yang dalam bahasa indonesia  diterjemahkan  menjadi negara.
            ilmu  statistik adalah ilmu pengetahuan yang membahas atau mempelajari prinsip-prinsip ,metode  dan prosedur yang diperlukan  dan dipergunakan dalam pengumpulan ,penyusun, penggambaran, dan penganalisis  secara ilmiah atas dasar kumpulan data angka. Yang berkaitan dengan  pendidikan (khususnya proses beljar  mengajar) dan penarikan kesimpulan atas dasar kumpulan bahan keterangan yang  berwujud angka.
            Statistik juga berhubungan dengan data –data yang bersifat fakta dari data-dara tersebut kita bisa melakuklan  sebuah kegiatan.

I.2 RUMUSAN MASALAH
1.      Jelaskan pengertian statistik?
2.      Jelaskan penggolongan statistik?
3.      Jelaskan ciri statistik dan permasalahan statistik?

I.3 TUJUAN MASALAH
1.      Untuk  mengetahui pengertian statistic.
2.      Untuk memahami pengolangan statistic.
3.      Untuk mengetahui cirri dari statistic dan apa saja pemasalahannya.


BAB II
PEMBAHASAN

II.I PENGERTIAN STATISTIK
            secara etimologis statistik berasal dari kata status (bahasa latin) yang dalam bahasa indonesia dapat diartikan sebagai negara, dimana ilmu statistik mempunyai arti yang penting dan kegunaan yang sangat besar dalam suatu negara.
            Sedangkan dari segi terminologi statistik terdapat beberapa pengertian  sebagai berikut:
a.       Istilah statik dapat diartikan sebagai data staitistik ,yaitu kumpulan bahan keterangan yang berupa angka atau bagian. Dan bisa juga disebut dengan deretan atau kumpulan angka yang menunjukkan keterangan mengenai cabang  kegiatan kehidupan tertentu.
b.      Istilah statistik ini disebut dengan kegiatan statistik ,dimana kegiatan itu sebagai pengumpulan data.
c.       Istilah statistik disebut juga dengan metoode statistik. Yaitu cara-cara yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun atau mengatur,menyajikan dan menganalisis sekumpulan bahan bahan kerangk yang berupa angka sehingga nantinya dapat memberikan pengertian dan makna tertentu.
d.      Istilah statistik juga disebut  dengan ilmu statistik. Yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengembangkan secara ilmiah tahap-tahap yang ada dalam kegiatan statistik.
Dari beberapa penjelasan dari istilah statistik yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa ilmu statistik adalah  ilmu pengetahuan yang membahas atau mempelajari prinsip-prinsip, metode,dan prosedur yang diperlukan dalam pengumpulan, penyusunan, dan penganalisis secara ilmiah atas dasar kumpulan bahan keterangan yang  berwujut angka.


II.2 PENGGOLONGAN STATISTIK
            berdasarkan tingkat pekerjaan atau tahap yang terdapat dalam kegiatan statistik, yaitu dapat dibeddakan menjadi dua penggolongan:
1.      Penggolngan  statistik desriptif yang biasa dikenal sebagai statistik deduktif atau statistik sederhana. statistik ini adalah statistik yang tingkat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpun , menyusun atau mengatur, mengolah, menyajiakn , dan menganalisis angka data , agar dapat memberikan gambaran yang teratur,ringkas, dan jelas mengenai suatu gejala,peristwa atau keadaan.
2.      Pengelolaan statistik inferensial yaitu yang dikenal dengan statistik induktif,atau dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik sebuah kesimpulan yang bersipat umum dari data yang telah disusun dan diolah.

II.3 CIRI KHAS STATISTIK
            pada dasar statistik terdapat tiga cir khusus statistik yaitu sebagai berikut:
1.      Statistik selalu bekerja dengan angka atau bilangan(data kuantitatif), untuk dapat melaksanakan tugasnya, statistik memerlukan bahan keterangan yang bersifat kuantitatif.
2.      Statistik bersifat objektif, statistik ini bekerja selalu menurut objeknya atau bekerja dengan apa adanya.
3.      Statistik bersifat universal atau menyeluruh, artinya  ruang lingkup atau ruang geraknya tidak sempit.

II.4 PERMASALAHAN STATISTIK
            hananto sigit B.St. dalam bukunya statistik suatu pengantar (1966) mengemukakan tiga permasalahan dasar dalam statistik , yaitu:
1.      Permasalahan tentang rata-rata.
Pengertian rata-rata dalam kehidupan kita sehari-hari minsalnya: seorang guru akan mengambil nilai rata-rata yang diperoleh oleh muridnya untuk mengetahui  bagai mana kualitas muridnya
2.      Permasalah tentang pemencaran atau penyebaran (variability atau despersion).        dalam permasalahan ini  dimana seorang guru mungkin akan berkata bahwa kepandaian muridnya dari kelas A adalah merata dari pada kelas B.
3.      Permasalahan tentang saling-berhubungan(kolerasi)                                           minsalnya seorang guru berkata bahwa mereka yang pintar dalam mata pelajaran metematika juga akan pintar dalam ilmu fisika.




BAB III
PENUTUP
III.I KESIMPULAN
            Ilmu statistik itu berhubungan dengan data-data yang bersifat fakta. Dari data-data tersebut kita bisa melakukan sebuah kegiatan . minsalnya  kita memperoleh data penduduk  dari data penduk iti lah kita bisa melakuakan sebuah kegiatan.yaitu, kegiatan utuk mengetahui  berapa jumlah perpindahan penduduk, perkawinan,kelahran  dll.
            Jika data diolah dengan baik dalam suatu kegiatan akan di manfaatkan  dengan metodeyang baik maka akan menghasilkan statistik pendidikan. Artinya jika kita akan melakukan suatu kegiatan statistik kita akan memerlukan suatu metode , yaitu cara-cara yang digunakan dalam menyusun data statistik tersebur.





DAFTAR PUSTAKA

Anas sudijono, prof.Drs.,pengantar statistik pendidikan, Jakarta:2011